Tips dan Trik Saat Traveling Ke Jepang

Saat ini Jepang merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi semua orang di dunia termasuk warga Indonesia. Banyak hal yang ditawarkan oleh Jepang sebagai destinasi wisata seperti kuil, pantai, area ski, perkebunan buah, bunga sakura, museum dan masih banyak lagi.

Di Jepang terdapat 47 prefektur (serupa dengan provinsi) yang terbagi dalam delapan regional. Delapan regional di Jepang ini adalah Hokkaido, Tohoku, Kanto, Chubu, Kinki, Chugoku, Shikoku, Kyushu-Okinawa. Masing-masing regional ini memiliki karakteristik wisata yang unik dan tak bisa dijumpai di regional lainnya. Banyak blog atau website yang berisi tips dan trik saat traveling ke Jepang, tapi gapapa, gw pun akan coba ikutan nulis tips dan triknya. Kita mulai ya…

1. Apply e-passport
Contoh Visa Waiver

Kalau kamu belum punya passport, coba apply e-passport (sering juga disebut passport biometrik, yaitu passport dengan chip biometrik yang tertanam pada buku). Biaya untuk pembuatan e-passport adalah sekitar Rp. 350.000,- (24 halaman) atau Rp.600.000,- (48 halaman). Dengan memakai e-passport, kamu ga perlu apply visa untuk ke Jepang, hanya menggunakan visa waiver saja. Kentungan dari visa waiver ini adalah proses pengurusannya lebih mudah. Sedangkan kekurangannya adalah kita hanya memiliki ijin tinggal selama15 hari. Jadi kalau berniat traveling lebih lama dari itu, harus apply visa yang memberi ijin tinggal selama 30 hari.

2. Travel agency, Yes or No?

Tentukanlah kamu ingin pergi dengan travel agency atau pergi sendiri. Dengan travel agency kamu ga perlu pikirin transportasi dan akomodasi di sana. Tapi kalau kamu pergi tanpa travel agency, hal tersebut harus kamu pertimbangkan.

3. Lama waktu traveling

Lama waktu kamu traveling juga harus dipertimbangkan. Kalau kamu hanya punya sedikit waktu di Jepang, sebaiknya pilih lokasi yang berdekatan saja, seperti Kyoto dan Osaka atau di Tokyo saja. Tapi apabila kamu ingin mendatangi lokasi di beberapa prefektur yang berbeda dan berjauhan,  kamu harus tinggal lebih lama, setidaknya minimal 2 minggu.

4. Lokasi yang ingin dikunjungi

Tentukan lokasi yang ingin kamu kunjungi, karena hal ini akan mempengaruhi pilihan transportasi yang harus kamu pergunakan di sana. Lokasi-lokasi wisata yang ingin kamu kunjungi bisa dicari infonya dengan membaca artikel-artikel yang sudah dibuat mengenai traveling ke Jepang. Harus diingat bahwa lokasi-lokasi wisata favorit akan selalu dipenuhi turis dari berbagai negara maupun turis lokal. Jadi jangan kaget ketika sulit menemukan spot foto yang sepi.

Selain lokasi-lokasi favorit yang banyak ditulis di artikel, apabila kamu punya teman yang tinggal di sana, coba tanyakan tempat-tempat seru atau tempat belanja lainnya yang hanya diketahui oleh warga lokal. Hal ini sangat bermanfaat, karena dirasakan sendiri oleh gw. Crafting adalah hobi gw, jadi gw mencari artikel mengenai di mana tempat belanja barang-barang untuk crafting. Kemudian gw menemukan artikel yang bilang bahwa di daerah Shinjuku ada toko yang sangat besar, seperti surga untuk penggemar crafting, dan ternyata memang luar biasa tempatnya, dijamin bikin kalap kalau ngga istighfar. Tapi sepulang dari Jepang, temen gw yang tinggal di sana memposting di social media bahwa dia dan istrinya sedang berbelanja di suatu tempat yang merupakan textile city dan ternyata barang-barang di sana harganya jauh lebih murah, well lesson learned, jangan lupa bertanya.

5. Penginapan

Carilah penginapan yang dekat dengan stasiun, karena hal ini akan sangat membantu dan memudahkan kita. Apalagi kalau bawaan kita banyak. Dan bila ingin menekan biaya, pilih hostel atau capsule hotel yang bisa kita cari melalui aplikasi seperti booking.com atau yang lainnya. Cari penginapan dengan review yang bagus mengenai kebersihan dan lokasinya serta tanyakanlah apakah mereka menyediakan pantry atau tidak (sebaiknya pilih yang ada pantry-nya ya). Dan untuk sister-sister ga perlu repot bawa hair dryer karena selalu disediakan tapi kalau pelurus rambut (catokan) sebaiknya bawa sendiri.

6. Transportasi

Mengenai transportasi harus sangat diperhitungkan, karena transportasi di Jepang mahal, apalagi kalau kamu harus menggunakan kereta api cepat atau shinkansen. Jadi, sebelumnya kamu harus menentukan, lokasi yang akan kamu datangi dan lama waktu kunjungan seperti yang gw ditulis di atas. Apabila kamu hanya berada di satu kota saja, penggunaan JR Pass tidak begitu dibutuhkan, cukup membeli ticket kereta on the spot saja, karena biasanya yang digunakan adalah kereta-kereta lokal. Kalau kamu tidak ingin menggunakan kereta, bis lokal pun ada, tapi jangan harap ada ojek online ya 🙂 atau bila dananya cukup, bisa menggunakan taxi (taxi disana mahal). Pembayaran kereta lokal dan bis lokal ini bisa menggunakan kartu seperti suica, icoca atau pasmo atau persiapkanlah uang koin.

Contoh JR Pass

Bila kamu banyak berpindah-pindah kota, sebaiknya beli JR Pass untuk menekan biaya. Sebaiknya JR Pass dibeli saat masih di Indonesia, karena harganya akan lebih murah. Pilihan JR Pass ada untuk yang vip (green) atau biasa (ordinary) dan ada pilihan untuk penggunaan selama 7 hari (seharga 29,110 JPY = +/- Rp. 3.800.000,- atau 14 hari (seharga 46,390 JPY = +/- Rp. 6.000.000,-) dan 21 hari (seharga 59,350 JPY = +/- Rp. 7.700.000,-). Note : semua biaya yang disebut adalah biaya JR Pass biasa (ordinary). Mengenai bis antar kota, sebaiknya tiketnya dibeli di Indonesia juga dan sebaiknya beli dari jauh hari, misal sebulan sebelumnya agar pilihan waktu keberangkatannya masih memiliki banyak opsi atau pilihan.

7. Musim

Jepang adalah negara dengan 4 musim, yaitu musik panas (summer), musim gugur (autumn), musim dingin (winter) dan musim semi (spring). Musim ini akan menentukan juga pakaian apa yang harus kita bawa saat traveling ke sana. Di musim dengan cuaca dingin bawalah pakaian dalam penghangat seperti Longjohn atau manset heattech.

8. Travel adaptor

Bawa travel adaptor, karena colokan (steker) di sana beda dengan di Indonesia walaupun sama-sama berupa colokan dengan dua kaki, tapi di sana kakinya pipih. Selain itu Jepang sendiri memiliki voltase antara 110-120 V dan di beberapa wilayah lain seperti Osaka menerapkan 100 V, sedangkan di Indonesia menerapkan voltase antara 220-240 V. Jadi, perhatikanlah gadget atau barang elektronik kita apakah menerapkan voltase tersebut. Tapi jangan khawatir, gadget berupa smartphone, tablet atau laptop biasanya menerapkan dual voltage, tapi tetap harus dicek dulu ya. Penggunaan alat elektronik yang tidak sesuai voltasenya akan membuat gadget atau barang elektronik kita terbakar. Apabila volatasenya tidak sesuai, pergunakanlah voltage converter.

9. Koper

Koper adalah salah satu hal yang sangat harus diperhatiin saat traveling ke Jepang, apalagi kalau kamu traveling tanpa travel agency, karena koper kamu bakal menjalani perjalanan jauh. Jadi sebelum berangkat, cek roda-rodanya, masih dalam keadaan baik atau sudah lapuk. Hal ini sangat dirasakan banget oleh gw, gw cuma cek apakah rodanya bisa berjalan atau ngga tanpa cek lapuk atau ngganya (yang ternyata sudah lapuk) sehingga baru 2 hari di sana, sudah ada bagian roda yang “mbrodol”, yang menyulitkan saat harus berpindah tempat dengan membawa koper. Perjalanan akan lebih lama, karena harus lebih berhati-hati saat membawa koper tersebut, tapi terima kasih banget karena temen-temen travel gw saat itu pengertian banget. Selain rodanya, risleting, pengunci risleting pun harus dicek.

10. Botol minum lipat

Bawa botol minum lipat, ini berguna sekali saat kita ada di toilet di Jepang, loh kok bisa? Karena ada banyak toilet umum yang tidak menyediakan air untuk bilas. Jadi, sebelum masuk ke bilik toilet, isi botol minum lipat dengan air di washtafel dan air tersebut bisa digunakan untuk bilas.

Botol minum lipat
11. Dompet untuk uang coin

Persiapkan dompet untuk uang coin, karena di sana uang coin banyak dibutuhkan. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan melakukan pembayaran menggunakan uang koin, seperti untuk beli sesuatu di vending machine, bayar tiket kereta lokal, bayar tiket bus, jajan-jajan di seven eleven, family mart dan lain-lain.

12. Makan

Biaya untuk satu kali makan di sana lumayan mahal, sekitar 980 JPY ke atas (+/- Rp. 127.000,- ke atas), jadi kalo kamu mau tekan budget, bawa persediaan makan dari Indonesia, seperti misalnya mie instant yang bisa kita masak di penginapan yang menyediakan pantry. Kenapa harus bawa mie instant dari Indonesia? Karena rata-rata mie instant di Jepang tidak halal, jadi lebih amannya bawa sendiri. Oh ya sebagai info saja, untu merek Cup Noodle yang rasa TomYam itu halal.

Makan mie instant tiap hari pun pasti bosan dan tidak sehat tentunya. Jadi untuk selingan, beli saja onigiri (harga satuannya variatif, tergantung isiannya sekitar 130 – 180 JPY atau +/- Rp. 15.000,- sd Rp. 24.000,-) atau membeli Famiciki (semacam chicken katsu) yang dijual di Family mart. Tapi kalau kamu bosan dengan makanan yang itu-itu saja, ada beberapa restoran halal yang bisa kamu kunjungi, seperti Ramen Honoru di daerah Osaka, Ayam Ya Ramen di Kyoto, Shunsai Tenpura Ariuma di Kyoto dan Coco Ichibanya di Akihabara.

 

 

13. Belanja

Saat belanja kita akan bingung, karena selalu ada dua harga, nah pilihlah harga yang termahal karena harga tersebut adalah harga termasuk tax (pajak). Apabila hanya ada satu harga, tanyalah kepada penjual, apakah harga tersebut sudah termasuk tax (biasanya belum termasuk tax) dan apabila belum, maka harga akhirnya adalah harga yang tertera ditambah 8% dari harga tersebut. Good news untuk yang hobi belanja, kalau kamu belanja di atas 5,000 – 5,400 JPY di toko-toko yang tertera tulisan tax free, kamu bisa minta pengembalian tax (tapi hitungan ditiap toko beda, ga selalu 8%) di counter pengembalian tax. Saat pengembalian tax, biasanya akan diminta struk belanja dan passport kita, jadi jangan lupa, bawa passport ke mana-mana yaaa.

14.  Tumbler

Satu botol air mineral di Jepang seharga sekitar 108 JPY (Rp. 14.000,- ) ke atas. Jadi untuk menghemat bawalah botol air minum (tumbler) sendiri, yang kita  bisa isi ulang saat nemu kran air yang airnya bisa langsung kita minum.

15. Golden Week

Golden week adalah serangkaian hari libur resmi di Jepang yang biasanya dimulai sekitar akhir April sampai dengan awal Mei. Jangan berkunjung saat Golden Week. Kenapa jangan? Karena lokasi wisata akan lebih penuh dari biasanya (dengan tambahan warga lokal yang liburan juga) dan biaya hotel akan lebih mahal, antrian kereta akan lebih panjang dan mungkin akan ada tempat-tempat yang tutup.

16. Aplikasi yang harus di download

Download aplikasi google maps, ini sangat berguna banget, karena akurat sekali datanya. Selain itu, download juga Japan Direct yang akan menunjukan jadwal kereta, jam keberangkatan, line apa, track nomor berapa sehingga memudahkan dan ga bikin nyasar. Foursquare juga berguna untuk mencari makanan halal dan hyperdia yang fungsinya sama dengan Japan Direct.

17. Sim Card

Jangan lupa siapkan smartphone kita agar dapat digunakan di sana. Untuk menekan biaya, beli saja sim card Jepang yang banyak dijual di sini, dari soft bank atau yang lainnya. Harga sim cardnya variatif, tergantung lama aktif dan kuota yang diberikan. Pilihlah sim card yang sesuai dengan kebutuhan dan budget yang kita siapkan.

18. Ticket

Kalau kamu berniat mengunjungi amusement park, seperti Tokyo Disneyland atau Tokyo Disneysea, Universal Studio Japan, Edo Wonderland, FujiQ Highland, museum atau event lain seperti Team Border lab Japan, sebaiknya beli tiket di sini saja, banyak yang menyediakan penjualan tiket-tiket tersebut, seperti di travel agent, traveloka, klook dan lain-lain. Hal ini untuk memudahkan dan biasanya harganya akan lebih murah.

19. Attitude
Trash Bin

Last but not least, seperti peribahasa yang sering kita dapat saat masih sekolah dulu, yaitu “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” kita sebagai turis, sebagai tamu harus menghormati tuan rumah, menghormati budaya dan kebiasaan yang ada di sana. Misalnya adalah, jangan buang sampah sembarangan!! Dalam hal ini, bukan berarti semua sampah dapat dibuang pada tempat sampah yang sama ya, di sana tempat sampah terbagi antara tempat sampah untuk botol plastik, sampah minuman kalengan, sampah plastik, sampah yang bisa dibakar dan ada juga sampah dapur, jadi sampah yang akan kita buang harus ditempatkan di tempat yang sudah disediakan (paling banyak adalah tempat sampah untuk botol minuman dan minuman kaleng), dan kalau ga menemukan tempat sampah yang tepat, dibawa-bawa dulu aja sampahnya.

Harus tertib saat mengantri, harus mensetting smartphone dengan mode diam di dalam kendaraan umum dan tidak menelepon di dalam kendaraan umum, kecuali di tempat yang sudah disediakan. Tidak boleh merokok di sembarang tempat. Saat melakukan pembayaran, simpan uang pada baki yang sudah disediakan. Selalu simpan sesuatu pada tempatnya dan lain-lain. Pokonya intinya, jangan jadi orang ignorance yang tidak peduli dengan kebiasaan yang ada dan hormati penduduk lokal.

Well, segitu aja tips dan triknya, selamat traveling dan bersenang-senang.