Membandingkan Android Oreo Dengan iOS 11, Mana Yang Lebih Unggul?

android oreo vs ios 11

Sistem Operasi mobile terbaru dari Google, Android 8.0 Oreo telah diumumkan bertepatan dengan peritiwa gerhana matahari total. Android Oreo sebagai suksesor dari Nougat diharapkan memiliki citarasa yang lebih ‘manis’ daripada pendahulunya.

Fitur-fitur unggulan terbaru yang dibawa Oreo memang cukup manis, tapi bagaimana jika diadu dengan sang ‘musuh bebuyutan’ yang akan merilis versi terbarunya pada September 2017, iOS 11. Apakah hasilnya juga akan terasa manis?

Update: iOS 11 rilis 19 September 2017.

Biasanya iOS ‘dituduh’ meniru fitur-fitur dari Android, tapi kali ini justru (Android) Oreo yang meniru dari iOS, tapi walau demikian masih tetap lebih banyak fitur yang terlebih dahulu hadir di Android baru setelah itu di iOS.

Tanpa perlu banyak basa-basi lagi, langsung saja kita membandingan Android Oreo dengan iOS 11 dari berbagai aspek. Simak dibawah ini :

Multitasking dan Produktivitas

Jika sebelum-sebelumnya Apple lebih meprioritaskan iPhone, maka tidak pada iOS 11. Ini pertama kalinya iPad yang menjadi prioritas ini ditandai dengan hadirnya fitur split screen dan app-switching yang baru yang membuat perpindahan antar aplikasi jadi jauh lebih mudah dari sebelumnya. Fitur ini tidak akan didapat pada iPhone.

Sementara Android Oreo tidak membawa banyak perubahan dalam hal multitasking – dirasa tidak perlu – Karena split-screen multitasking sudah hadir sejak Android Nougat.

Jadi dalam hal ini Oreo mengungguli iOS 11.

Credits; Apple
(Credits; Apple)
Notifikasi

Dalam hal ini Google meniru Apple. Skema notifikasi baru bawaan Oreo berupa sebuah titik kecil yang ditempatkan dipojok kanan atas dari ikon aplikasi, skema seperti ini telah menjadi ciri khas iOS sejak pertama kali iPhone diluncurkan. Sebenarnya titik notifikasi di ikon aplikasi pun sudah ada sebelum Oreo, tapi itu bukanlah fitur bawaan dari Android melainkan buatan pihak ketiga.

Bahkan Google meniru bagaimana pengguna berinteraksi dengan titik notifikasi tersebut. Menekan lebih lama ikon aplikasi yang terdapat titik notifikasi untuk menampilkan menu pop-up yang berisi beberapa opsi tindakan. Ini persis sama dengan  3D Touch interaction kepunyaan iOS

BACA JUGA :  Action Launcher Hadirkan Fitur Oreo Untuk Ponsel Android Lawas.

Jadi dari segi notifikasi, iOS 11 lah pemenangnya.

Notification
(Credits: mashable)
Picture-in-picture

Kembali berbicara tentang multitasking, kini Oreo telah mengekspansi dukungan  Picture-in-Picture (PiP) ke berbagai aplikasi, yang sebelumnya fitur ini hanya mendukung aplikasi Youtube untuk Android. Fitur Picture-in-Picture kepunyaan Oreo dapat bekerja dengan baik pada perangkat ponsel maupun tablet.

Bagaimana dengan iOS? Tentu saja iOS telah memperkenalkan fitur Picture-in-Picture sejak iOS 9, tapi hanya untuk iPad saja – berlaku hingga saat ini. Itu pun hanya terbatas untuk iPad generasi terbaru. iPad generasi lama walaupun memiliki syarat untuk diinstal iOS, tetap tidak dapat menikmati fitur PiP.

Jadi disini Oreo lah pemenangnya.

Autofill

Akhirnya Oreo menghadirkan kemampuan pengisian formulir secara otomatis pada aplikasi. Melakukan pengisian formulir seperti nama pengguna, kata sandi, hingga alamat pada aplikasi-aplikasi yang berjalan di Oreo saat ini bisa dengan otomatis dilakukan. Pada iOS fungsi serupa ini pun ada tetapi hanya berlaku untuk beberapa aplikasi tertentu, seperti Amazon.

Jadi untuk fitur autofill, Oreo mengungguli iOS 11.

(Credits: techcrunch)

 

Smarter copy and paste

Android telah mendukung fungsi copy dan paste sejak rilis untuk pertama kali. Fitur ini sering menjadi penanda keunggulan Android ata iOS dalam hal interaksi dengan pengguna. Fungsi copy-paste adalah fungsi yang ‘remeh’ tapi sangat penting, namun kadangkala karena ukuran layar ponsel yang kecil berakibat rasa canggung bagi pengguna untuk melakukan copy-paste. Android Oreo  membuatnya lebih mudah.

disebut sebagai Smart Text Selection. Jadi begini,  saat pengguna menyoroti sebuah kalimat (atau serangkaian kalimat), katakanlah itu adalah alamat, maka tautan ke Maps akan ditampilkan di samping opsi standar salinan (copy), potong (cut) dan tempel (paste).  Contoh lain apabila yang disorot adalah serangkaian angka yang terlihat seperti nomor telepon, maka aplikasi telepon akan ditampilkan disamping opsi standar copy, cut, paste.

(Credits: techcrunch)

Ini mirip dengan bagaimana detektor data bekerja di iOS, namun fitur yang dimiliki  Google terlihat lebih komprehensif, dan didukung oleh AI (Artificial Intelligence) yang lebih cerdas untuk melakukan identifikasi.

BACA JUGA :  Nama Resmi Android O Akan Diumumkan Bertepatan Dengan Gerhana Matahari Total

Jadi untuk fitu ini, kemenangan mutlak ada pada Android Oreo.

Emoji

Baik Android Oreo dan iOS 11 mendapatkan emoji baru karena emoji adalah masa depan umat manusia. Tsaah. Di Oreo, Google mendesain ulang emoji mereka, tidak ada lagi bentuk yang menyerupai gumpalan aneh – ini pendapat pribadi penulis, lho.

Emoji baru Google mengekor langkah Apple untuk meningkatkan detail pada di wajah-wajah kecil emoji. Namun menurut Tim Cook, CEO Apple, emoji pada iOS jauh terlihat lebih baik dan detail dibanding yang ada di Android Oreo. Berikut cuitan Cook menggunakan tampilan emoji yang sangat detail dari iOS.

Soal emoji memang iOS tiada duanya, unggul jauh atas Android Oreo.

Demikian perbandingan antara Android Oreo dengan iOS 11. Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan. Mana yang lebih baik? Mana yang bisa dijadikan andalan? Semua dikembalikan kepada kita sebagai pengguna yang memiliki selera berbeda-beda. (omekide/ED)

*Source: techcrunch | mashable